Doa Rosario Merah Putih Spesial HARDIKNAS

Bekasi, Senin, 2 Mei 2022 pukul 20.10 WIB diadakan Doa Rosario Merah Putih dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di Lingkungan Bernadeth 4 secara daring menggunakan google meet.  Pertemuan tersebut dihadiri 14 orang warga lingkungan yang menggunakan dress code suasana warna merah atau putih.

Ki Hadjar Dewantara dinobatkan sebagai bpk pendidikan, ternyata memiliki nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Beliau lahir dari keluarga ningrat di Yogyakarta pada tanggal, 2 Mei 1889.

Bercerita tentang masa kolonialisme Belanda, Ki Hadjar Dewantara dikenal karena keberaniannya menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda. Sebab pada masa itu, pendidikan hanya diperuntukan bagi anak-anak kelahiran Belanda atau kaum priyayi saja. 

Dikutip dari nationalgeographic.grid.id, karena kritiknya tersebut, ia diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo. Kemudian mereka bertiga dikenal sebagai tokoh "Tiga Serangkai".

Kemudian setelah kembali ke Indonesia, Ki Hadjar Dewantara berinisiatif mendirikan sebuah lembaga pendidikan Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa atau Perguruan Nasional Taman Siswa.
Dikutip dari bobo.grid.id, ketika mendirikan Taman Siswa sekaligus mengajar di sekolah tersebut, Ki Hadjar Dewantara menciptakan tiga semboyan bagi para guru atau pengajar yang ditulis dalam bahasa Jawa sebagai pedoman bagi guru atau pengajar saat membimbing murid-muridnya dalam hal pembelajaran.

Semboyan tersebut adalah : 
  1. "ing ngarsa sung tulada” (di depan menjadi contoh atau panutan)
  2. ing madya mangun karsa” (di tengah memberi atau membangun semangat, niat, maupun kemauan)
  3. tut wuri handayani" (di belakang memberikan semangat atau dorongan)
Hingga kini, semboyan dari Ki Hadjar Dewantara tersebut masih digunakan di kalangan pendidikan Indonesia.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan. Ki Hadjar Dewantara wafat pada tanggal 26 April 1959.

Maka untuk menghormati jasanya terhadap dunia Pendidikan karena dianggap sebagai Bapak Pendidikan Indonesia, pemerintah kemudian menetapkan tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara  sebagai Hari Pendidikan Nasional pada tgl 16 Desember 1959, melalui Keppres No. 316 Tahun 1959.



Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menerbitkan surat edaran Nomor. 28254/MPK/TU.02.03/2022 perihal Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022 mengenai logo, tema, hingga rangka peringatan upacara Hari Pendidikan Nasional 2022.

Tema Hari Pendidikan Nasional 2022 adalah "Pimpin Pemulihan Bergerak untuk Merdeka Belajar".
Tema nasional HARDIKNAS 2022 tersebut dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional 2022 menjadi lebih bermakna khususnya di bidang pendidikan.

Melansir Instagram Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan setiap 2 Mei tidak semata-mata dimaksudkan untuk mengenang hari kelahiran Ki Hajar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional.

Lebih dari itu, peringatan ini merupakan momentum untuk kembali menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme bagi seluruh insan pendidikan.

Sosok Ki Hajar Dewantara ini juga pernah diabadikan oleh Bank Indonesia dalam bentuk uang kertas pecahan Rp 20.000 tahun emisi 1998. Uang tersebut memiliki warna yang tidak mencolok dengan satu sisi bergambar wajah Ki Hajar Dewantara dan sisi satunya merupakan gambar kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Pendidikan merupakan pondasi utama kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Mempertimbangkan pentingnya peran pendidikan dan sebagai wujud apresiasi terhadap jasa para pahlawan dalam memperjuangkan pendidikan, Bank Indonesia mengabadikan sosok Ki Hadjar Dewantara pada uang kertas pecahan Rp 20.000 tahun emisi 1998," tulis Instagram @ditjen.gtk.kemdikbud, seperti dikutip, Senin (2/5/2022).

Doa Rosario Merah Putih
Doa Rosario Merah Putih dipimpin oleh Bp Alexander Tony Cahyawanto, yang dibuka dengan menyanyikan lagu “Betapa Kita Tidak Bersyukur”.
Pada doa rosario merah putih ada lima intensi yang terbagi ke dalam setiap peristiwa sbb :
  1. Peristiwa Pertama untuk kebahagiaan kekal jiwa-jiwa para pahlawan
  2. Peristiwa Kedua untuk keutuhan alam Indonesia yang kaya dan subur
  3. Peristiwa Ketiga untuk persatuan Indonesia diselingi dengan lagu “Guruku Tersayang”.
  4. Peristiwa Keempat untuk kebijaksanaan para Pemimpin kita
  5. Peristiwa Kelima untuk upaya-upaya mewujudkan keadilan sosial
Setelah itu dilanjutkan dengan “Doa Umat” dan “Doa Untuk Tanah Air” oleh Sdri Angela Aletta Puspa.
Lagu penutup “Terima kasihku (Guruku)” setelah itu sesi foto bersama. Pertemuan selesai sekitar pukul 21:05 WIB.




Komsos Lingkungan Sta. Bernadeth 4