Stroke: Pentingnya Deteksi Dini dan Promosi Kesehatan di Masyarakat

Stroke menjadi penyakit tidak menular penyebab kematian tertinggi di Indonesia, bahkan untuk penderita berusia muda. Kecenderungan penanganan pasien terlambat karena keluarga/ penderita tidak mendapat informasi yang cukup makin memperberat proses penyembuhan. Disampaikan dr. Novrita Silalahi, Sp.N bahwa stroke mempunyai waktu penanganan terbaik (periode emas) yaitu kurang dari 4,5 jam. Itulah sebabnya, penting mengenali gejala atau deteksi dini stroke. Semakin cepat ditangani, pasien akan terhindar dan kematian dan risiko kecacatan permanen. Penanganan stroke juga perlu dibarengi dengan terapi dan perawatan di rumah, sehingga dalam proses pemulihan, peran anggota keluarga lainnya sangat dibutuhkan. Dukungan moril, pengetahuan dan ketaatan berobat menjadi kunci dalam pengobatan stroke. 

Promosi stroke tidak hanya dilakukan tenaga medis, masyarakat awam juga berperan dalam mencegah dan memberikan edukasi secara luas. Tim PPPKMI DKI Jakarta, memberikan tips CERDIK pencegahan stroke yang bisa dilakukan masyarakat. Cek Kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stress dapat menjadi pedoman untuk mencegah stress.

Sejumlah 123 peserta edukasi stroke yang terdiri atas umat paroki dan umum mendapatkan penjelasan tentang stroke yang komprehensif dari dokter, promotor kesehatan, termasuk survivor stroke, Suhadi yang telah terbebas dari stroke selama 6 tahun dan dapat beraktivitas seperti semula. Beliau menyampaikan semangat 3 M kepada peserta untuk tidak malu, tidak malas, dan tidak menyerah dalam menghadapi stroke.

Sebelum mengikuti talkshow, peserta diperiksa tekanan darah dan gula darah serta bisa berkonsultasi untuk deteksi dini stroke.

Kegiatan edukasi stroke dan penanganannya merupakan program WKRI Cabang St. Mikael Kranji yang mendapat dukungan penuh dari RS PON Mahar Mardjono dan ATM Sehat. Dalam kesempatan ini juga, disampaikan layanan dari RS PON Mahar Mardjono yang menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan penyakit neurologi yang dapat menerima pasien BPJS maupun asuransi mandiri. Layanan yang prima dalam menangani penyakit syarat telah ditunjang perlengkapan dan tenaga medis yang mumpuni, termasuk tersedia layanan daycare bagi keluarga yang membutuhkan perawatan keluarga dan layanan vaksinasi. 


Kontributor: Humas WKRI Cabang