Inovasi Kuliner Berbahan Pangan Lokal

Indonesia kaya akan bahan makanan lokal yang mudah didapat dan diolah menjadi sajian yang bervariasi, baik untuk dinikmati keluarga bahkan bisa dijadikan produk yang bisa dijual. 


Seiring dengan seruan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, WKRI DPD Jakarta menyelenggarakan Talkshow dan Apresiasi, Kreasi Makanan Sehat Berbahan Pangan Lokal pada 18 April 2026 dan Lomba Kreasi Makanan Sehat, Berbahan Pangan Lokal, 16 Mei 2026 di Graha Pemuda, Katedral Jakarta Pusat. Lomba ini diikuti 27 cabang WKRI se-KAJ.


WKRI Cabang St Mikael, Kranji menjadi salah satu peserta dalam ajang lomba berbahan pangan lokal ini, dan memilih menggunakan bahan pangan singkong, diolah menjadi "Pastel Tutup Kulit Singkong. Keistimewaan dari menu ini adalah digunakannya kulit dalam singkong sebagai bagian dari isian pastel tutup. Bagian dari singkong yang lazimnya dibuang dan tidak dipergunakan. 


Kulit dalam singkong ini, sebelumnya diberi garam dan direndam semalaman. Kemudian dilakukan perebusan sebanyak tiga kali lalu dipotong dadu, dan siap diolah dengan isian lainnya sepertin potongan wortel, ayam dan rebusan daun singkong. Resep ini dikreasikan oleh tim dari perwakilan Bidang Pendidikan dan Bidang Usaha, serta melibatkan peserta PPUK dengan sebelumnya mengujicoba bahan, takaran, rasa, sampai dengan penampilan produk. 

Alasan kuat dari tim Kranji menggunakan bahan kulit singkong ini selain mengurangi limbah sampah dapur, rasanya enak juga dijadikan bahan makanan. Sesuai  dengan riset Balai Besar Pertanian yang dibrowsing selama meracik resep ini, kulit singkong juga mengandung berbagai nutrisi, termasuk serat kasar, protein, lemak, kalsium, dan vitamin C. 


Juri lomba terdiri atas Dr. Cucu dan Guspri Devi dari UNJ dan Khoirul Anwar dari Sahid. Selesai juri melakukan penilaian, para peserta diperbolehkan saling mencicipi makanannya. 


Sebelum juri mengumumkan memberi masukan, bahwa masih banyak bahan pangal lokal, selain singkong, ubi, ada garut, talas, sukun yang dapat diolah menjadi makanan. Tips yang disampaikan para juri, dalam menulis resep ukuran sebaiknya menggunakan kata gram. 

Hasil  penilaian juri, 

- Juara 1🏆 Cabang Katedral - SiTuna Roll

- Juara 2 🏆 Santo Mikael Kranji - Pastel Tutup Kulit Singkong 

- Juara 3🏆 St. Kristoforus - Pempek Sehat Pelangi Nusantara 

- Harapan 1 St. Arnoldus Janssen - Schotel Singkong 

- Harapan 2 Santo Albertus Agung - Kroket Sukun Geprek

- Harapan 3 St. Agustinus - Tart Gethuk 

- Hiburan St. Servatius - Gethuk Telojo. 


Puji Tuhan, WKRI Cabang Kranji berhasil mengungguli cabang lain, meraih juara dua. Persiapan tim dan kerjasama selama ini membuahkan hasil dan semoga menjadi motivasi untuk memperkenalkan bahan pangan lokal untuk sajian yang sehat dan bergizi bagi keluarga.  

Semoga pengalaman lomba ini menginspirasi para ibu dan kalangan muda untuk semakin berkreasi di dunia kuliner dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.


Kontributor: Bidang Humas WKRI